Entri Populer

Rabu, 29 Desember 2010

Trik mempercepat koneksi internet

Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal, so.. jka anda ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.

Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :

1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik Administrative Templates
6. kemudian Klik Network
7. setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply,ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer
SEMOGA BERMANFAAT
BY. Kahar Muzakkar

24 Rekor Dunia yang sampai saat ini masih dipegang Indonesia

Berikut daftar 24 rekor dunia yang dimiliki Indonesia.

* Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).

* Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

* Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

* Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

* Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

* Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.

* Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.

* Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).

* Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus’¬ yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

* Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.

* Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.

* Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).

* Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.

* Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

* Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.

* Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

* Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.

* Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.

* Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.

* Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.

* Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.

* Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.

* Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.

* Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.


BY.Kahar Muzakkar

Waspadalah Terhadap 50 Website Ini !!Cari Tahu!!(JEBAKAN BATMAN)

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Selasa, 28 Desember 2010

Di Pulau Sebatik, Murid Kristen Sekolah Di Pesantren


Nasib para anak-anak dari tenaga kerja Indonesia (TKI) diwilayah perbatasan tentu mengundang perhatian besar juga kecemasan melihat pertumbuhan mereka taanpa pendidikan. Namun di Pulau Sebatik, daerah yang berbatasan langsung dengan Tawau, Malaysia itu sekolah berasrama jadi solusinya.

Pondok Pesantren Mutiara Bangsa berdiri sebagai sekolah asrama yang menampung anak TKI. Jangan heran, banyak muridnya di pesantren ini adalah murid beragama Kristen. Beberapa diantaranya harus mau mengenyam pendidikan di sekolah yang memang diperuntukan murid Muslim karena orangtuanya bekerja sebagai TKI.

Ladylie Aril seorang anak TKI keturunan Timor berusia 12 tahun adalah salah satu murid beragama Kristen disini. Kedua orang tua Lady, Aril Simin dan Adelaide Santos, bekerja di Tawau sebagai pekerja perkebunan. Ia dititipkan dan berasrama di Pesantren sejak beberapa bulan. Saat ditemui di Ponpes Mutiara Bangsa, Pulau Sebatik, Kalimantan Timur, Lady mengungkapkan kesedihannya karena jarang bertemu orangtua karena kesibukan pekerjaan. "Sebulan hanya ketemu sekali," kata Lady.

Lain lagi yang dialami Stephanus (12), yang kedua orang tuanya berprofesi sebagai peternak ayam. Stephanus menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa bersekolah di Malaysia. "Karena saya bukan orang Malaysia," ucap Stephanus.

Walau harus bersekolah di Pesantren, Lady, Stephanus juga beberapa anak lainnya yang beragama Kristen tak harus mengikuti pelajaran Agama Islam. Mereka hanya diwajibjkan mengikuti pelajaran umum sekolah seperti biasanya.

Menurut Yakob, seorang anggota legiun veteran keturunan Timor, orang Timor sudah mulai bermigrasi ke Tawau sejak 1948 yang ketika itu masih jajahan Inggris. Meski banyak warga bermukim di Tawau, warga Timor itu sulit bersekolah di Malaysia. "Bisa sekolah. Tapi setelah lulus akan sulit kerja di Tawau, karena bukan warga setempat. Karena itu banyak yang kerja di Indonesia," tutur Yakob.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Djalal mengatakan akan mencoba mengatasi permasalahan pendidikan anak TKI dengan membangun sekolah asrama di perbatasan. "Kami mencoba memperkokoh sisi-sisi perbatasan," ungkap Fasli.

Sumber: Jawaban.com

Tim Dispotmar Tinjau Madrasah di Pulau Sebatik


im Dinas Pembinaan Potensi Maritim (Dispotmar) Mabes TNI AL yang dipimpin oleh Kol Laut (KH) Drs. Mulyadi Habib (Koor APLI/APPI Dispotmar) didampingi Palaksa Lanal Nunukan Mayor Laut (E) Mungkarlani. Melaksanakan kunjungan kerja ke Raudhatul Athfal, Madrasah Diniyah Wustho, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dibawah Yayasan Islam Indonesia Pulau Sebatik (YIIPS) Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturahmi ke sekolah Binaan TNI AL Lanal Nunukan guna memberikan pengetahuan melalui kebaharian untuk menumbuhkan rasa kebangsaan, paham kebangsaan, semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara serta menyampaikan rencana perkemahan antar saka/kesakaan tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Kab. Sebatik, Kab. Nunukan dan Kab.Tarakan.

Para siswa dan perwakilan pembimbing siswa sangat antusias menerima kunjungan tersebut, sebagai tanda tali asih, Tim dari Dispotmar TNI AL memberikan seperangkat peralatan Olah raga kepada yayasan Islam Indonesia Pulau Sebatik yang diterima oleh Sani.

Selanjutnya rombongan berangkat menuju Balai Desa Sungai Nyamuk dan disambut oleh bpk. Abdul Karim Kepala desa Sungai nyamuk untuk mengadakan dialog dengan masyarakat Binaan TNI AL Lanal Nunukan. Hadir pada dialog tersebut Himpunan Nelayan Sebatik di pimpin oleh Bpk. Hasannudin dan Kelompok Budi daya rumput laut yang dipimpin oleh Bpk. Syaripudin, acara dialog berjalan sangat menarik, masyarakat binaan sangat antusias dalam dialog tersebut, karena masyarakat dapat dengan bebas menyampaikan keluhan-keluhan yang terjadi di sekitar lingkungannya.

Tim dengan sangat senang dan terbuka menerima masukan dari masyarakat warga binaan sebagai bahan masukan bagi Tim, isi dialog tersebut antara lain adalah adanya peraturan daerah yang berbeda antara satu daerah dengan yang lain, pelangaran nelayan asing yang masuk keperairan Indonesia serta mohon dapatnya jaminan keamanan bagi saksi pelapor.

Palaksa Mayor Laut (E) Mungkarlani yang mewakili Komandan Lanal Nunukan berjanji akan membantu dan menindak lanjuti semua keluhan, laporan dari masyarakat warga binaan serta akan memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam rangka mencari penghasilan di Laut, acara di akhiri dengan pemberian tali asih berupa 2 buah tangki penampungan air kepada Himpunan Nelayan Sebatik dan Kelompok Budidaya Rumput Laut.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Posal Sungai Nyamuk yang berada di perbatasan antara Indonesia – Malaysia.
(Sumber: Pos Kota)

Telkom Resmikan Sebatik Broadband Village di Perbatasan RI-Malaysia

Smaller  Reset  Larger
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) mendirikan Sebatik Broadand Village di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia menjelaskan, kehadiran Sebatik Broadband Village (SBV) di pulau yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia tersebut selain untuk memberikan kemudahan akses telekomunikasi kepada masyarakat Sebatik, tetapi juga dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Eddy, sebatik Broadband Village merupakan sebuah konsep rancangan pengembangan area berbasis TIME (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment, sebagai bentuk kegiatan Corporate Sosial Responsibilty Telkom yang melibatkan Pemda, Telkom, serta Yayasan Pendidikan TELKOM.

''Bentuk implementasi Broadband Village antara lain merupakan pusat pelatihan internet, penyediaan hotspot di titik strategis dan ramai di perbatasan dengan Malaysia, serta website untuk memberdayakan potensi serta komunitas masyarakat melek internet di Sebatik,'' kata Eddy dalam siaran pers, Senin (2/8). Melalui Sebatik Broadband Village diharapkan awareness masyarakat Sebatik terhadap penggunaan internet serta pemanfaatannya menjadi terarah dan terutama kaitannya dengan isu perbatasan negara.

Eddy mengungkapkan, di kawasan Sebatik dan Nunukan Telkom saat ini telah menghadirkan beberapa layanan komunikasi data dan internet, baik yang bersifat mobile ataupun static yakni Speedy, Flexi, Seluler melalui Telkomsel yang memiliki berbagai fitur dan Value Added Service. ''Layanan tersebut merupakan layanan teknologi informasi yang dapat mendukung kebutuhan informasi dan telekomunikasi di Sebatik,'' kata dia.

Disebutkan Eddy, Sebatik Broadband Village juga dipersiapkan untuk melayani kebutuhan edukasi dan pembentukkan komunitas melek internet di area perbatasan Indonesia (Kalimantan Timur) dengan Malaysia (Sabah). SBV terdiri dari 3 bagian utama yakni pertama, Sebatik Broadband Center (tempat pembelajaran dan pusat informasi yang berkaitan dengan ICT serta layanan Telkom), Sebatik Broadband Area (titik-titik kawasan yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk berinternet).

Kedua Sebatik untuk Akses Internet tanpa kabel/wireless) dan ketiga, Sebatik Melek Internet yakni website yang dirancang untuk pembentukkan komunitas masyarakat yang memiliki paradigma ICT sekaligus sebagai pusat informasi daerah Sebatik sebagai daerah perbatasan.

Sementara itu, Sebatik sendiri merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Kecamatan ini terletak di Pulau Sebatik, ujung timur laut Kabupaten Nunukan. Pulau Sebatik sendiri merupakan sebuah pulau yang terbagi menjadi 2 wilayah teritorial, yakni Indonesia (propinsi Kalimantan Timur) dan Malaysia (Sabah).

Kecamatan Sebatik yang menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari 4 desa swasembada (Tanjung Karang, Tanjung Aru, Pancang, dan Sei Nyamuk) dengan jumlah penduduk 20.283 jiwa dan menjadi kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Nunukan. Daerah ini memiliki potensi utama di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Adapun yang dihasilkan dari potensi kawasan ini antara lain padi, pisang, kakao, ikan teri dan udang. Selain potensi alam di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan, Kecamatan Sebatik juga memiliki potensi pariwisata yang sangat menarik, yakni Pantai Batu Lumampu yang memiliki panorama laut lepas menghadap ke Blok Ambalat, dengan garis pantai yang panjang dan mempesona.

Sebagai kecamatan yang terletak di perbatasan Negara dengan pusat pemerintahan di Desa Tanjung Karang dan pusat perekonomian di Desa Sei Nyamuk, tentunya kebutuhan informasi dan telekomunikasi menjadi kebutuhan primer dan wajib disediakan untuk menunjang aktivitas perekonomian dan pemerintahan.

Masyarakat Sebatik sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia tentunya sangat memerlukan informasi-informasi tersebut. Masalah yang selalu muncul berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ini adalah penyediaan sarana dan prasarana untuk mengakses bagi masyarakat di perbatasan serta guideline pemanfaatan konten-konten informasi yang ada agar pemanfaatannya inline dengan fungsi dari keberadaan sarana/prasarana/konten tersebut.

PT Telkom Indonesia sebagai satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi memiliki tanggung jawab sosial dalam rangka mendukung kebutuhan informasi dan telekomunikasi masyarakat Indonesia secara keseluruhan baik dari sisi infrastruktur maupun konten-konten yang diperlukan.
Red: Krisman Purwoko
Rep: cep Senin, 02 Agustus 2010, 17:04 WIB
Smaller  Reset  Larger
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) mendirikan Sebatik Broadand Village di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia menjelaskan, kehadiran Sebatik Broadband Village (SBV) di pulau yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia tersebut selain untuk memberikan kemudahan akses telekomunikasi kepada masyarakat Sebatik, tetapi juga dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Eddy, sebatik Broadband Village merupakan sebuah konsep rancangan pengembangan area berbasis TIME (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment, sebagai bentuk kegiatan Corporate Sosial Responsibilty Telkom yang melibatkan Pemda, Telkom, serta Yayasan Pendidikan TELKOM.

''Bentuk implementasi Broadband Village antara lain merupakan pusat pelatihan internet, penyediaan hotspot di titik strategis dan ramai di perbatasan dengan Malaysia, serta website untuk memberdayakan potensi serta komunitas masyarakat melek internet di Sebatik,'' kata Eddy dalam siaran pers, Senin (2/8). Melalui Sebatik Broadband Village diharapkan awareness masyarakat Sebatik terhadap penggunaan internet serta pemanfaatannya menjadi terarah dan terutama kaitannya dengan isu perbatasan negara.

Eddy mengungkapkan, di kawasan Sebatik dan Nunukan Telkom saat ini telah menghadirkan beberapa layanan komunikasi data dan internet, baik yang bersifat mobile ataupun static yakni Speedy, Flexi, Seluler melalui Telkomsel yang memiliki berbagai fitur dan Value Added Service. ''Layanan tersebut merupakan layanan teknologi informasi yang dapat mendukung kebutuhan informasi dan telekomunikasi di Sebatik,'' kata dia.

Disebutkan Eddy, Sebatik Broadband Village juga dipersiapkan untuk melayani kebutuhan edukasi dan pembentukkan komunitas melek internet di area perbatasan Indonesia (Kalimantan Timur) dengan Malaysia (Sabah). SBV terdiri dari 3 bagian utama yakni pertama, Sebatik Broadband Center (tempat pembelajaran dan pusat informasi yang berkaitan dengan ICT serta layanan Telkom), Sebatik Broadband Area (titik-titik kawasan yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk berinternet).

Kedua Sebatik untuk Akses Internet tanpa kabel/wireless) dan ketiga, Sebatik Melek Internet yakni website yang dirancang untuk pembentukkan komunitas masyarakat yang memiliki paradigma ICT sekaligus sebagai pusat informasi daerah Sebatik sebagai daerah perbatasan.

Sementara itu, Sebatik sendiri merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Kecamatan ini terletak di Pulau Sebatik, ujung timur laut Kabupaten Nunukan. Pulau Sebatik sendiri merupakan sebuah pulau yang terbagi menjadi 2 wilayah teritorial, yakni Indonesia (propinsi Kalimantan Timur) dan Malaysia (Sabah).

Kecamatan Sebatik yang menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari 4 desa swasembada (Tanjung Karang, Tanjung Aru, Pancang, dan Sei Nyamuk) dengan jumlah penduduk 20.283 jiwa dan menjadi kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Nunukan. Daerah ini memiliki potensi utama di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Adapun yang dihasilkan dari potensi kawasan ini antara lain padi, pisang, kakao, ikan teri dan udang. Selain potensi alam di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan, Kecamatan Sebatik juga memiliki potensi pariwisata yang sangat menarik, yakni Pantai Batu Lumampu yang memiliki panorama laut lepas menghadap ke Blok Ambalat, dengan garis pantai yang panjang dan mempesona.

Sebagai kecamatan yang terletak di perbatasan Negara dengan pusat pemerintahan di Desa Tanjung Karang dan pusat perekonomian di Desa Sei Nyamuk, tentunya kebutuhan informasi dan telekomunikasi menjadi kebutuhan primer dan wajib disediakan untuk menunjang aktivitas perekonomian dan pemerintahan.

Masyarakat Sebatik sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia tentunya sangat memerlukan informasi-informasi tersebut. Masalah yang selalu muncul berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ini adalah penyediaan sarana dan prasarana untuk mengakses bagi masyarakat di perbatasan serta guideline pemanfaatan konten-konten informasi yang ada agar pemanfaatannya inline dengan fungsi dari keberadaan sarana/prasarana/konten tersebut.

PT Telkom Indonesia sebagai satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi memiliki tanggung jawab sosial dalam rangka mendukung kebutuhan informasi dan telekomunikasi masyarakat Indonesia secara keseluruhan baik dari sisi infrastruktur maupun konten-konten yang diperlukan.
 
Red: Krisman Purwoko
Rep: cep

Nelayan Sebatik Masih Keluhkan Trawl

Nelayan Sebatik Masih Keluhkan Trawl


Beroperasinya kapal trawl yang diduga melibatkan warga Malaysia masih menjadi keluhan nelayan di Pulau Sebatik. Ketua Himpunan Nelayan Sebatik Hasanuddin mengatakan, seringkali trawl yang beroperasi di perairan Sebatik milik warga Malaysia yang pengelolaannya diserahkan kepada warga setempat.

Keberadaan pukat harimau ini sangat merugikan nelayan karena alat tangkap yang mereka gunakan kalah bersaing. "Kasihan nelayan Oak, kalau dulu kita bisa dapat Rp5 juta sekali melaut. Kalau sekarang mengembalikan ongkos ke laut saja sudah susah," ujarnya.

Tak hanya trawl asal Malaysia, seringkali pula trawl dari Tarakan ikut merampas hasil kekayaan laut di Sebatik. Para pemilik trawl mendapatkan izin dari Pemkot Tarakan, sementara di Nunukan Peraturan Bupati Nunukan tidak membolehkan penggunaan trawl.

Keluhan para nelayan disampaikan kepada Tim Dinas Potensi Maritim Mabes TNI AL yang dipimpin Kolonel Mulyadi Habib, saat melakukan dialog di Balai Pertemuan umum Desa Sungai Nyamuk.

Komandan Pos AL Sungai Pancang Lettu Laut (E) Nasution mengakui pihaknya pernah menerima laporan dari masyarakat mengenai beroperasinya trawl.

"Saya dapat informasi dari masyarakat saya tindaklanjuti dengan menghubungi KRI. Berarti laporan masyarakat ditindaklanjuti. Seluruh trawl yang ditangkap tidak ada yang dilepas, seluruhnya diproses di Nunukan," ujarnya.

Terkait laporan masyarakat mengenai adanya trawl berbendera Malaysia yang dilepas KRI, ia membantahnya. Sebab setelah dicek trawl tersebut berbendera Indonesia. Beroperasinya trawl dilengkapi dengan berbagai perizinan yang dikeluarkan Pemkot Tarakan dengan wilayah operasional Nunukan, Tarakan dan Bulungan. (Sumber: Tribun Kaltim)